SRAGEN SATU-SATUNYA KABUPATEN PERAIH I-UTAMA ICTPURA


SURABAYA - “ Tidak ada yang hampir tidak tersambung dengan teknologi”, kalimat yang diucap dalam sambutan Menkominfo Tifatul Sembiring ini membuat seluruh hadirin tertegun dan memimpikan implementasi kota digital di kotanya.

Penganugerahan ICT Pura dan USO Award 2011 di The Empire Palace Surabaya, Senin (5/12) kemarin, membawa Kabupaten Sragen memperoleh ICTPURA UTAMA bersama dengan 8 kota lainnya yaitu Kota malang, Kota Surakarta, Kota Banda Aceh, Kota Cimahi, Kota Denpasar, Kota Medan, Kota Surabaya dan Kota Yogyakarta.
Penganugerahan ICTPura Tahun 2011 yang dilaksanakan oleh Kominfo dibagi dalam 3 kategori, yaitu ICTPURA UTAMA (iUtama), ICTPURA MADYA (iMadya) dan ICTPURA MUDA (iMuda).

Pemerintah Kabupaten Sragen merupakan satu-satunya Kabupaten di Indonesia yang memperoleh penghargaan ICTPURA UTAMA bersama dengan 8 kota lainnya yaitu Kota malang, Kota Surakarta, Kota Banda Aceh, Kota Cimahi, Kota Denpasar, Kota Medan, Kota Surabaya dan Kota Yogyakarta.

Pada acara penganugerahan dimaksud Menteri Kominfo Republik Indonesia Bp. Tifatul Sembiring memberikan sambutan dan pengarahan yang pada intinya ICT kedepan merupakan ”tools” untuk meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan.

Pemberian penghargaan ICT Pura langsung dari Menkominfo Tifatul Sembiring untuk Kabupaten Sragen diterima oleh Asisten I Sekda Sragen Drs. Parsono, MM mewakili Bupati Sragen.

Dalam kesempatan itu, diserahkan pula 5 penghargaan Penulisan proposal pemberdayaan ICT tingkat provinsi, 5 penulisan proposal pemberdayaan ICT tingkat kabupaten/kota, dan 32 penghargaan pengelola PLIK terbaik. Sedangkan dalam bidang Optimalisasi Pemberdayaan Layanan KPU/USO Lintas Perguruan Tinggi diserahkan kepada 15 penerima penghargaan. Dan terakhir, Penghargaan Jurnalistik diraih oleh Kompas, TV Lombok, dan Detik.Com (kategori berita), serta Intisari, Radio Bahana, dan Padangkini.com (kategori opini).

Acara tersebut juga dimeriahkan oleh kehadiran penyanyi Reza Artamevia dan Saykoji, dimana Saykoji melantunkan tembang yang sangat IT yaitu Online.

Diharapkan melalui penghargaan ICT Pura 2011 ini, Kabupaten Sragen semakin siap dan berperan aktif dalam upaya merealisasikan visi Indonesia di tahun 2012 sebagai Indonesia Connected, tahun 2014 sebagai Indonesia Informatif, tahun 2016 sebagai Indonesia Broadband dan tahun 2018 sebagai Indonesia Digital.

Kabupaten/Kota Penerima Penghargaan I-Utama:
1. Kota Malang
2. Kota Surabaya
3. Kabupaten Sragen
4. Kota Banda Aceh
5. Kota Cimahi
6. Kota Denpasar
7. Kota Medan
8. Kota Surakarta
9. Kota Yogyakarta

Kabupaten/Kota Penerima Penghargaan I-Madya
1. Kota Bandung
2. Kabupaten Bengkulu Selatan
3. Kota Bogor
4. Kota Lhokseumawe
5. Kota Madiun
6. Kota Pariaman
7. Kota Pekalongan
8. Kabupaten Sleman
9. Kota Tangerang

Kabupaten/Kota Penerima Penghargaan I-Muda
1. Kabupaten Banjar
2. Kabupaten Belitung
3. Kota Jayapura
4. Kabupaten Kutai Kertanegara
5. Kabupaten Maluku Tenggara Barat
6. Kabupaten Maros
7. Kota Pematang Siantar
8. Kabupaten Rejang Lebong
9. Kabupaten Sumbawa

Sumber : http://www.sragenkab.go.id/berita/berita.php?id=8978

selengkapnya»

Agus-Daryanto resmi jadi Cabup-Cawabup terpilih

SRAGEN ONLINE > Pasangan Agus Fatchurrahman-Daryanto (ADA) resmi ditetapkan sebagai calon bupati (Cabup)-calon wakil bupati (Cawabup) terpilih periode 2011-2016 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sragen, Selasa (22/3/2011).


Keputusan KPU tersebut disampaikan dalam rapat pleno terbuka di Kantor KPU Sragen. Rekapitulasi final penghitungan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sragen yang tertuang dalam berita acara di KPU menunjukkan pasangan ADA mengantongi suara terbanyak, yakni 265.648 suara atau 50,66%.

Pasangan Kusdinar Untung Yuni Sukowati-Darmawan (Yuda) menyusul dengan 231.844 suara atau 44,22%. Kemudian pasangan Wiyono-Dariyanto (Noto) berada diurutan selanjutnya dengan 11.603 suara atau 2,21%, pasangan Danang Wijaya-Sumiyarno (Damar) dengan 10.146 suara atau 1,94% dan terakhir pasangan Sularno-Kushardjono (Laku) dengan 5.100 suara atau 0,97%.

Proses rekapitulasi tersebut dihadiri langsung Agus Fatchurrahman dan Daryanto. Mereka diantar ratusan massa pendukung dengan menggelar konvoi kendaraan bermotor dari Kuwungsari ke Nglorog dan ke KPUSragen. Sejumlah aparat Polres Sragen dibantu pasukan Brimob PoldaJateng menyeterilkan Kantor KPU Sragen. Jalan masuk ke Kantor KPUdiblokade dengan kendaraan polisi. Massa konvoi dilarang masuk kawasan KPU radius 100 meter.

Saksi yang hadir pun hanya dari pasangan ADA dan Yuda. Eko Wijiyono ditunjuk sebagai saksi pasangan ADA. Pimpinan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sragen Laksana AR hadir menjadi saksi dari pasangan Yuda. Tiga pasang Cabup-Cawabup tidak mengirimkan saksi satu pun.Pukulan palu tiga kali terdengar. Ketua KPU Agus Riwanto membuka rapat pleno. Kotak suara yang berisi rekapitulasi hasil penghitungan suara di tingkat PPK dibuka satu per satu. Anggota KPU membacakan rekapitulasi tingkat PPK per kecamatan.

“Tidak hadirnya saksi dari tiga pasangan calon tidak berpengaruh pada hasil keputusan KPU. Dalam aturan kehadiran saksi tidak bersifat wajib. Jadi keputusan KPU tentang pasangan ADA menjadi Cabup-Cawabup terpilih tetap sah,” ujar Ketua KPU Sragen Agus Riwanto.

selengkapnya»

Hari ini, KPU tetapkan Cabup-Cawabup terpilih

SRAGEN ONLINE > Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sragen bakal menetapkan calon bupati (Cabup)-calon wakil bupati (Cawabup) terpilih berdasarkan hasil rekapitulasi akhir yang digelar Selasa (22/3) ini di Kantor KPU Sragen. Cabup-Cawabup terpilih bakal dilantik pada 5 Mei mendatang di Gedung DPRD Sragen.


Ketua KPU Sragen, Agus Riwanto, saat dijumpai wartawan, Senin (21/3), menerangkan semua kotak suara yang berisi hasil penghitungan sementara di tingkat panitia pemilihan kecamatan (PPK) bakal dikirim ke KPU paling lambat hari ini. Menurut dia, sebanyak 17 kotak suara dari 17 kecamatan sudah diterima KPU hingga pukul 12.00 WIB. Tinggal tiga kecamatan yang belum menyerahkan hasil penghitungan sementara.

“Tiga PPK yang belum menyerahkan hasil penghitungan suara sementara berasal dari Kecamatan Masaran, Miri dan Tangen. Mudah-mudahan hingga sore nanti (kemarin-red) tiga PPK itu sudah menyerahkan hasil penghitungan mereka ke KPU,” ujar Agus.

Pada hari yang sama KPU telah mengirimkan undangan kepada masing-masing pasangan Cabup-Cawabup agar mengirimkan saksi untuk mengawasi proses rekapitulasi di KPU. Agus mengatakan proses
rekapitulasi dilakukan secara terbuka. KPU tidak mengundang pihak lain dalam rapat pleno itu, seperti unsur Muspida dan sebagainya.

Setelah rekapitulasi selesai dan diterima saksi, selanjutnya KPU menetapkan hasil rekapitulasi perolehan suara. Berdasarkan hasil rekapitulasi itu, KPU menetapkan berita acara penetapan calon
terpilih. Berita acara itu kemudian dikirimkan ke Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai acuan panitera MK jika ada gugatan masuk.

“Kami memberikan kesempatan selama tiga hari bagi calon yang tidak terima dengan keputusan KPU untuk melakukan gugatan secara hukum. Tiga hari itu terhitung sejak KPU menetapkan calon terpilih, yakni mulai Rabu-Jumat. Pada Jumat itu, MK mengirimkan surat keterangan tentang ada atau tidak adanya gugatan calon. Setelah itu, KPU baru mengirimkan surat ke DPRD Sragen untuk proses pelantikan.” tegasnya.

selengkapnya»

Tertipu tim siluman, kader Noto klarifikasi ke rumah Wiyono

SRAGEN ONLINE > Sejumlah kader pasangan Wiyono-Dariyanto (Noto) tertipu dengan tim siluman yang mengatasnamakan tim pemenangan Noto menjelang hari H pemungutan suara.

Tim silmuan tersebut meminta koordinator desa (Kordes) dan koordinator kecamatan (Korcam) Tim Noto untuk mendata massa Noto dan menjanjikan uang Rp 100.000/orang.

Sejumlah Kordes dan Korcam dari tiga kecamatan, yakni Gondang, Sambirejo dan Sambungmacan mendatangi rumah mantan calon bupati Wiyono di Desa Duyungan, Sidoharjo, Sragen, Senin (21/3). Mereka meminta kejelasan tentang janji uang Rp 100.000/orang dengan mengatasnamakan Tim Noto. Kedatangan enam orang perwakilan Kordes dan Korcam dari tiga kecamatan diterima langsung Wiyono.

Kordes asal Sambungmacan, Hadi Mulyo, saat dijumpai wartawan di kediaman Wiyono, mengaku tidak berani pulang ke rumah selama empat hari karena sering ditagih janji warga setempat.

“Tim siluman itu menjanjikan uang Rp 100.000 per gundul, entah menang atau kalah. Makanya sampai sekarang warga masih mengejar-ngejar saya terus. Saking didesak warga, saya tidak berani pulang,” ujarnya.

Senada disampaikan Kisutris AKS yang juga datang ke rumah Wiyono bersama Hadi. Dia mengaku telah mendata sebanyak 11.000 orang di sejumlah desa di tiga kecamatan itu. Untuk kebutuhan pendataan dan sebagainya, Kisutris mengaku telah menghabiskan uang pribadi senilai Rp 5 jutaan.

“Kami datang ke rumah Pak Wiyono ini bukan untuk meminta ganti rugi. Tetapi ingin meminta kejelasan tentang janji itu. Kami meminta kepada aparat yang berwenang untuk menindak tegas tim siluman itu karena sudah meresahkan masyarakat. Kami juga meminta segala bentuk politik uang dibersihkan dari Bumi Sukowati,” tegasnya.

Mantan Cabup Wiyono menyatakan tidak tahu menahu tentang tim siluman. Dia menegaskan tidak pernah menjanjikan apa pun kepada warga pendukung Noto.

“Saya juga tidak pernah menjanjikan uang Rp 100.000/orang. Ulah tim siluman itu justru merugikan nama baik saya. Saya tidak kenal siapa tim siluman itu. Ulah tim siluman itu yang menjadi penyebab kekalahan saya. Massa saya itu sampai 300.000 orang yang mengendap di bawah. Rencana bakal saya munculkan ketika hari H. Tapi malah dimanfaatkan tim lawan dengan munculkan rumor janji-janji itu,” paparnya.

Wiyono mengungkapkan munculnya tim siluman berasal dari tim lawan. Dia berharap masyarakat tidak usah resah dan diharapkan tidak mendesak Korcam dan Kordes Noto yang menjadi korban penipuan tim siluman itu.

“Kami berencana akan membawa perkara ini ke ranah hukum dengan melaporkan ke lembaga yang berwenang,” tegas Wiyono.

selengkapnya»

Perolehan suara sementara Pilkada Sragen 2011

Perolehan Suara Sementara Pilkada Sragen 2011 Ini Di Kutip Dari PDE SRAGEN.

Nama Pasangan | SUARA SAH | Presentase

1. NOTO #| 11.183 #| 2.14 %

2. LAKU #| 5.115 #| 0.98 %

3. DAMAR #| 10.163 #| 1.95 %

4. YUDA #| 230.197 #| 44,14 %

5. ADA #| 264.809 #| 50,78 %

1.607 TPS dari 1.616 TPS yang ada (99.44%)
Sumber: PDE Sragen

selengkapnya»

Siswa SMKN 1 Plupuh juarai English Speech Contest

Uswatun Khasanah, siswi kelas XI SMKN 1 Plupuh, menjadi Juara I English Speech Contest tingkat SMA/MA/SMK se-Kabupaten Sragen yang di gelar di sekolah setempat, Sabtu (12/3/2011). Juara II dan juara III lomba itu masing-masing diraih siswa dari SMKN 1 Sragen dan SMAN SBBS Sragen.

Kepala SMKN 1 Plupuh, Firdaus, kepada Solopos.com, Minggu (13/3), menyampaikan lomba itu dibuka oleh Kabid SMA dan SMK Dinas Pendidikan Sragen, Wahyono. Firdaus merasa sangat bangga dengan raihan prestasi siswanya. Ia berharap prestasi itu mampu menjadi motivasi, khususnya bagi yang bersangkutan dan umumnya bagi seluruh siswa agar selalu belajar Bahasa Inggris.

Menurutnya, Bahasa Inggris sangat penting dipelajari siswa demi kepentingan masa depan. “Diharapkan siswa yang berprestasi dalam ajang tersebut dapat mewakili Sragen melaju ke lomba serupa tingkat provinsi,” terangnya.

selengkapnya»

Dua pejabat pinjam duit di BPR/BKK hingga Rp 14 M

Sragen (Espos)
Rekening sejumlah pejabat di Bank Perkreditan Rakyat/Bank Kredit Kecamatan (BPR/BKK) Karangmalang mulai disorot.
Ketua Fraksi Karya Nasional (FKN) DPRD Sragen Bambang Widjo Purwanto menelanjangi rekening pejabat di BPR Djoko Tingkir Sragen yang dinilai bermasalah. Bambang menduga ada dua pejabat yang memiliki pinjaman atas nama pribadi dengan agunan sertifikat deposito pemerintah daerah (Pemda) atas nama Bupati Sragen QQ Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) yang kini bernama Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) sejak tahun 2008.

Dugaan legislator asal Gondang tersebut didasarkan pada Laporan Hasil Pemeriksaan Umum (LHPU) Bank Indonesia (BI) Solo tertanggal 30 Juni 2010. Bambang menyebut dua pejabat itu memiliki pinjaman atas nama pribadi senilai Rp 6,75 miliar plus Rp 7,25 miliar sehingga totalnya Rp 14 miliar.

selengkapnya»

Pilkada Sragen, KPU cek kesehatan lima pasang calon

Sragen (Espos)--Lima pasang calon bupati (Cabup)-calon wakil bupati (Cawabup) mengikuti general check up di RSUD Sragen, Rabu (12/1).

Tes kesehatan tersebut difasilitasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sragen yang bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sragen sebagai persyaratan wajib bagi pasangan Cabup-Cawabup. Tes kesehatan fisik dilaksanakan Rabu dengan 10-11 jenis pemeriksaan medis. Sedangkan tes kesehatan jiwa bakal dilaksanakan Kamis (13/1) ini.

Kelima Cabup-Cawabup yang mengikuti tes kesehatan itu antara lain pasangan Kusdinar Untung Yundi Sukowati-Darmawan Minto Basuki (Yuda), pasangan Agus Fatchurrahman-Daryawnato (ADA), pasangan Wiyono-Darriyanto (Noto), pasangan Danang Wijaya-Sumiyarno (Damar) dan Pasangan Sulardi-Kushardjono.

“Tes kesehatan ini merupakan syarat wajib yang harus dilakukan para pasangan calon. Jika dalam tes ini mereka tidak mampu, maka mereka akan gugur secara otomatis. Jika hanya satu orang yang tidak mampu dari pasangan tertentu, maka akan dikembalikan ke partai politik (Parpol) yang bersangkutan. Keputusan mampu atau tidak mampu ini yang menentukan IDI sebagai lembaga yang berkompeten, bukan KPU,” tegas Ketua KPU Sragen Agus Riwanto saat dijumpai wartawan seusai memberi pengarahan di RSUD Sragen.

selengkapnya»

Pemborong beberkan kekacauan proyek Singopadu

Sragen (Espos)–Salah satu pemborong pembangunan perumahan rakyat bersubsidi di kawasan Singopadu, Indarto, membeberkan kekacauan proyek tersebut.

Dia mengaku menderita kerugian hampir Rp 400 juta, lantaran pengelola proyek di kalangan birokrat tidak profesional dalam mengelola pekerjaan. Indarto merasa kecewa karena hasil pertemuan dengan Pimpinan proyek (Pimpro), Sumarno, belum lama ini, menghasilkan keputusan yang merugikan dirinya.

Menurut Indarto, perhitungan nilai proyek yang sudah berjalan tidak pas. Hasil taksiran Dinas Pekerjaan Umum (DPU) sebesar Rp 1,3 miliar. Sedangkan nilai 12 rumah tidak dihitung, serta perkembangan pembangunan dari 70% ke 100% juga tidak diperhitungkan.

“Kalau ditotal, saya mengalami kerugian Rp 400 juta. Itu belum termasuk pencarian dana yang tersendat-sendat dan sering ingkar dalam membayar dana,” jelas Indarto, dihadapan wartawan, di Sragen.

Indarto merasa kian dipersulit, lantaran belum rampung dengan beda nilai perhitungan, pihaknya kembali diminta membuat apparisal ke dua berikut menyusun rencana anggaran biaya (RAB). Dia menuntut Pimpro segera membayarkan kekurangan anggaran yang seharusnya telah diterimanya karena sebagai pemborong dia telah melaksanakan pekerjaan.

Di antara pekerjaan yang belum dinilai tersebut, yaitu 12 unit rumah yang nyaris jadi, pembangunan pondasi untuk sekitar 100 unit rumah dan nilai perkembangan pembangunan dari 70% menjadi 100%.

Lebih jauh, Indarto mengancam jika sampai akhir bulan perkara pembayaran dana tersebut belum dituntaskan, pihaknya tak segan membawa perkara ini ke ranah kepolisian. Dia menegaskan, selama ini, pihaknya cukup bersabar menerima perlakuan yang tidak profesional dari pengelola.

Contohnya, Indarto mengaku pernah menerima cek yang siap senilai Rp 837 juta, namun saat dicairkan ternyata cek tersebut kosong. Belum lagi, pengelola juga kerap ingkar. Indarto pernah dijanjikan menerima pembayaran Rp 250 juta, ternyata hanya menerima Rp 7,5 juta.

“Hal-hal seperti itu kami terima saja, kami menunggu, sampai sekitar 8 bulan pekerjaan mandek. Tapi saat ini, saya minta dana benar-benar dibayarkan. Kalau saya harus membuat appraisal ulang berarti untuk pembayaran saya kembali harus menunggu. Saya tidak mau itu,” tandasnya.

Sementara itu, Pimpro pembangunan perumahan rakyat Singopadu, Sumarna, mengungkapkan sejauh ini pihaknya telah menjalankan proyek sesuai dengan aturan, seperti tertera dalam surat perintah kerja (SPK). Dia juga menegaskan, belum akan mengambil sikap terkait tuntutan pemborong tersebut.

Menurutnya, jika memang pemborong merasa keberatan, pemborong bersangkutan bisa mengajukan surat keberatan. Kendati demikian, Sumarna mengaku telah menunjuk kuasa hukum untuk mengatasi perkara-perkara semacam itu.

“Kalau memang tidak terima, silakan buat surat. Kalau surat itu kemudian saya diamkan, tidak saya tanggapi, baru itu bisa dipersoalkan. Tapi ini juga surat belum masuk ke saya. Semua sudah ada aturannya dan bisa diselesaikan,” tegas dia.

Sumber : SOLOPOS.COM

selengkapnya»

Kusdinar mundur dari kursi DPRD

Sragen (Espos)–Setelah menerima rekomendasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyatakan mundur dari kursi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sragen. Surat pengunduran diri Kusdinar disampaikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP ke Gedung Dewan, Sabtu (8/1).

Surat tersebut dibuat Kusdinar pada 2 Januari 2011 dan sudah disampaikan ke DPP PDIP. “Sehubungan dengan tugas partai yang lebih penting dan berat, yakni dicalonkan PDIP sebagai calon bupati (Cabup), maka kami menyatakan mundur dari kursi wakil rakyat,” tegas Kusdinar dalam pesan singkatnya kepada Espos, Minggu (9/1).

Sebagai tanggung jawab kepada partai, Yuni sapaan akrab Kusdinar harus dapat memaksimalkan kinerja dalam pemenangan pemilihan kepala daerah (Pilkada). Menurut dia, pemenangan Pilkada ini tidak bisa disambi dengan tugas sebagai legislator. Konsentrasi untuk pemenangan Pilkada menjadi fokus Yuni dan sebagai tanggung jawab terhadap masyarakat pendukungnya.

“Waktu, tenaga dan pikiran pasti tersita ke proses pemenangan. Sebagai wujud tanggung jawab kepada rakyat, daripada tidak bisa bekerja maksimal dan makan gaji buta, lebih baik saya mengundurkan diri. Dua alasan itulah yang mendorong saya untuk mundur secepatnya,” tandasnya.

Terpisah, Ketua DPRD Sragen Sugiyamto kepada Espos, akhir pekan lalu, mengaku sudah menerima surat pengunduran diri Kusdinar Untung Yuni Sukowati dari jabatan legislator. Surat pengunduran diri tersebut, kata dia, selanjutnya diproses ke Gubernur melalui Bupati Sragen Untung Wiyono.

“Prosesnya cukup panjang, karena pengajuannya dua kali. Setelah proses pengunduran diri Yuni (sapaan Kusdinar-red) ditandatangai Gubernur dan disampaikan ke DPRD Sragen, maka kami segera memroses calon legislator penggantinya. DPC PDIP bakal menunjuk Gatot Sugiyarto sebagai pengganti Yuni. Pergantian itu sesuai dengan prolehan suara terbanyak pada Pemilu legislatif 2009 lalu,” tegas Sugiyamto yang juga Sekretaris DPC PDIP Sragen.

Menurut dia, usulan pergantian legislator itu sebelumnya disampaikan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), baru diproses ke DPRD dan ke Gubernur melalui Bupati. Jadi pergantian legislator ini, terangnya, bukan pergantian antarwaktu (PAW), melainkan pengisian kekosongan legislator akibat legislator yang bersangkutan mundur dari jabatan.

selengkapnya»

KPU Sragen terima dana hibah Pilkada Rp 4,5 M

Sragen (Espos)–Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sragen tetap melanjutkan proses tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) setelah menerima kucuran dana hibah Pilkada senilai Rp 4,5 miliar pada Kamis (6/1) siang.

Meski demikian besaran anggaran dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen tersebut tidak sesuai dengan pengajuan KPU. Sebelumnya KPU mengancam bakal menghentikan tahapan Pilkada hingga Kamis (6/1) sampai pukul 24.00 WIB, lantaran belum ada kejelasan tentang alokasi anggaran untuk Pilkada. Anggaran Pilkada tahun 2010 tersisa Rp 253 juta dan sudah dikembalikan ke kas daerah.

Ketua KPU Sragen Agus Riwanto kepada Espos, Jumat (7/1), menerangkan semula KPU mengajukan Rp 14 miliar lebih untuk kebutuhan Pilkada selama dua putaran. Oleh karena Lembaga Legislatif belum membahasa rancangan APBD (RAPBD) 2011, kata dia, maka pengajuan anggaran cukup untuk Pilkada putaran pertama, yakni sekitar Rp 9 miliar lebih.

“Dana tersebut kami butuhkan pada awal Januari 2011 ini untuk proses tahapan Pilkada, seperti honor petugas pemutakhiran data pemilih dan pengadaan logistik. Namun kami hanya menerima Rp 4,5 miliar pada pukul 10.00 WIB Kamis lalu. Meskipun dana tidak sesuai pengajuan, ya tahapan Pilkada tetap jalan terus. Kami tidak jadi menghentikan tahapan Pilkada,” tegas Agus.

Terpisah, Bupati Sragen, Untung Wiyono menyatakan kebijakan regulasi mendahului anggaran sembari menunggu penetapan APBD 2011 merupakan kebijakan yang harus ditempuh. Kebijakan regulasi dengan mengeluarkan peraturan bupati (Perbub), tambahnya, tidak hanya diperuntukan bagi kepentingan Pilkada, melainkan ada kepentingan lainnya, seperti gaji pegawai negeri sipil (PNS) dan sebagainya.

“Jadi kalau KPU pernah mengancam tidak melanjutkan Pilkada karena alasan dana, ya tidak mungkin. KPU sudah diberi dana hibah yang nantinya diambilkan dari APBD 2011,” tandas Bupati.

Source : SOLOPOS.COM

selengkapnya»

Lomba web blog tingkat SMA/SMK di Sragen

Sragen (Espos)–SMK Negeri (N) 1 Plupuh dan Indosat mengadakan lomba web blog untuk siswa SMA/SMK/MA negeri dan swasta se-Kabupaten Sragen. Lomba digelar mulai Sabtu (8/1) hingga Sabtu (15/1).

Kepala SMK N 1 Plupuh, Firdaus kepada Espos, Rabu (5/1) menjelaskan peserta lomba diminta menulis artikel berita dengan materi Mengenal dunia otomatif dan Mengenal dunia tata busana, melalui layanan blog, www.wordpress.com, pada kurun waktu sepekan tersebut. Pendaftaran dibuka pada saat digelar workshop di SMK N 1 Plupuh, Jumat (7/1), dengan melengkapi persyaratan berupa surat pengantar dari kepala sekolah dan ketua OSIS, mengisi formulir pendaftaran dan membayar biaya pendaftaran Rp 10.000.

“Peserta diharap mengirimkan alamat web blog-nya melalui email ke smknegeri.1plupuh@yahoo.com, paling lambat Selasa (18/1). Artikel yang tercantum di web tersebut akan dinilai dewan juri secara online,” jelas Firdaus.

Lebih jauh, dia menyebut penyelenggaraan lomba ditujukan untuk mensosialisasikan teknologi informasi dan komunikasi secara luas di kalangan siswa SMA/SMK/MA se-Sragen. Lima peserta dengan artikel terbaik akan mendapatkan piala dari kepala Dinas Pendidikan Sragen, PT Indosat dan kepala SMK N 1 Plupuh. Selain itu, para pemenang juga berhak membawa
pulang sertifikat dan souvenr dari Indosat.

selengkapnya»

ADA siap tantang Yuda

Sragen (Espos)–Peta politik di Bumi Sukowati pada dua bulan menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) kian jelas. Senin (3/1) ini, sekitar pukul 08.00 WIB, pasangan Agus Fatchurrahman-Daryanto (ADA) bakal mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sragen.

Pasangan yang didukung Partai Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut kembali solid setelah sempat dikabarkan pecah. Pasangan tersebut besar kemungkinan akan bersaing keras dengan pasangan lain yang telah mengantongi dukungan dari tiga partai besar di Sragen, yakni Kusdinar Untung Yuni Sukowati-Darmawan Minto Basuki (Yu-Da).

Ketua tim pemenangan ADA, Bambang Widjo Purwanto, saat ditemui wartawan di Sekretariat Dewan Pengurus Daerah (DPD) II Partai Golkar Sragen, Minggu (2/1), mengatakan saat ini rekomendasi dari DPP Golkar sudah pasti dikantongi pasangan ADA. Untuk itu, dia menyebut, meski rekomendasi DPP bukan syarat mutlak untuk mendaftar sebagai bakal calon bupati/wakil bupati, Senin ini, ADA dipastikan akan mendaftarkan diri. “Soal rekomendasi, bahwa keputusan DPP dan DPD I Golkar secara legal formal dikembalikan kepada DPD II Sragen. Jadi ada atau tidak rekomendasi itu, ADA besok akan mendaftar ke KPU,” tegas Bambang.

Bambang yakin pasangan ADA yang diusung bersama Golkar dan PAN, siap bersaing dengan pasangan Yu-Da yang didukung tiga partai politik. Menurut Bambang, ADA adalah pilihan terbaik bagi warga Sragen yang memandang perlu perubahan. Optimisme ADA kian mantap lantaran mantan tangan kanan Bupati Sragen, Untung Wiyono, Drajat Suseno kini berbalik melawan. Drajat menegaskan, dukungan pada ADA diberikannya lantaran dia menilai Sragen butuh perubahan. Kenyataan bahwa DPP PDIP memberi rekomendasi kepada Yu-Da menurutnya tidak sejalan dengan semangat perubahan yang dia harapkan.

“DPP seperti tidak melihat suasana kebatinan masyarakat Sragen yang butuh perubahan. Suara birokrasi juga demikian. Kenyataan bahwa APBD defisit, tunjangan PNS banyak tak cair, ini adalah masalah. Saya sayangkan, DPP PDIP hanya melihat popularitas saja. Karena itu, saya pilih mendukung ADA,” kata dia.

Di sisi lain, Sekretaris DPD II PAN Sragen, Mahmudi Tohpati yang semula meragukan kelangsungan koalisi Golkar-PAN mengusung ADA, kini merevisi pendapatnya. Di hadapan wartawan, Mahmudi menerangkan awalnya dia memang khawatir atas kepastian ADA mengingat rekomendasi dari DPP Golkar belum turun. Namun, setelah mendapat kepastian soal rekomendasi dan terungkap bawah rekomendasi DPP bukan syarat multak untuk mendaftarkan pasangan calon bupati/wakil bupati, Mahmudi kembali yakin untuk meneruskan koalisi.

Berbeda dengan PAN, Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) hingga kini masih belum bersikap. Ketua DPC PPRN Sragen, Yuni Astoro mengaku masih ada kendala internal yang belum selesai. Hal itu, jelasnya terkait kebimbangan memberi dukungan, karena ada satu pasangan baru calon bupati/wakil bupati yang juga mengincar PPRN. Saat ini pasangan kejutan itu tengah menggalang dukungan dari PPRN, PPP, Gerindra dan 14 partai kecil lain. Sayangnya, Yuni enggan membocorkan secara gamblang pasangan kejutan tersebut.

selengkapnya»

Libur sekolah, pengunjung Sangiran membeludak


Sragen (Espos)–Datangnya masa libur sekolah, membuat pengunjung Museum Sangiran membeludak. Menurut catatan pengelola, jumlah pengunjung Sangiran melonjak sampai 150% dibanding jumlah pengunjung di hari biasa, yang hanya mencapai sekitar 150 orang pengunjung.

Lonjakan pengunjung terasa sejak awal pekan ini dan diproyeksi bakal terus meningkat dalam beberapa hari ke depan, mengingat libur sekolah masih berjalan hingga pekan depan. Staf Pengelola Objek Wisata Museum Sangiran, Ika Karolina, saat ditemui Espos, di Sangiran, Rabu (22/12), mengatakan lonjakan jumlah pengunjung mulai terasa sejak awal pekan ini.

Jumlah pengunjung dari hari ke hari, menurutnya, terus bertambah. “Baru sejak awal pekan ini ramainya. Sementara saya hitung sudah ada peningkatan separuh dibanding di hari biasa. Kami juga makin sibuk, untung ada tambahan dua pegawai yang mulai tugas di sini sejak Mei 2010, jadi total ada 11 pegawai,” terang Ika.

Pengunjung museum, lanjut dia, didominasi kalangan pelajar, baik siswa SD maupun SMP. Para pengunjung tersebut biasanya datang dalam rombongan. Mereka sengaja memanfaatkan waktu libur untuk mendapatkan tambahan ilmu pengetahuan mengenai sejarah manusia purba dan binatang purba di masa jutaan tahun silam. Pengunjung, sebutnya, berasal dari berbagai wilayah di seputar Soloraya.

Sementara itu, salah satu pengunjung Museum Sangiran berasal dari SMP Negeri (N) 1 Wedi, Klaten. Guru pendamping siswa, Darmaji menungkapkan pihak sekolah mengajak 74 siswa kelas VII, VIII dan IX untuk mengunjungi Sangiran dalam rangka memanfaatkan hari libur sekolah. Selepas kembali dari kunjungan, siswa diminta membuat tugas karya ilmiah untuk dipresentasikan saat masuk sekolah dua pekan mendatang.

“Kami dari SMP N 1 Wedi, ada 74 siswa. Mereka kami tugasi membuat karya ilmiah remaja, untuk nanti dipresentasikan. Kunjungan ke museum juga tugas tersebut untuk mengisi liburan, agar selama libur sekolah ini anak-anak tidak vakum,” jelas Darmaji, mendampingi ketua rombongan, Wagiyanti.

selengkapnya»

Warga AS diancam 10 tahun penjara

Sragen (Espos)–Warga asal Amerika Serikat (AS) Dannis Bradley Davis diancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang perdana pekan lalu.

Terdakwa Dannis bakal menunjuk penasehat hokum terkait dengan dakwaan atas kasus dugaan pelanggaran UU No 5/1992 tentang Benda Cagar Budaya (BCB).

Penegasan itu disampaikan JPU kasus fosil, Sujiyarto saat dijumpai wartawan, Senin (20/12), di Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen. Menueut dia, Dannis bakal menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Sragen pada Kamis (23/12) besok.

“Saya belum tahu jika penasehat hokum Dannis mengundurkan diri dalam penanganan kasus ini. Dalam berita acara pemeriksaan (BAP) dari penyidik, Dannis didampingi penasehat hokum asal Bali Jacob Antolis. Saat sidang perdana, penasehat hokum Dannis juga tidak hadir tanpa keterangan sama sekali. Kami juga belum menerima surat pengunduran diri yang bersangkutan. Yang jelas ditunggu saja pada sidang berikutnya,” ujarnya.

selengkapnya»

Ketua DPC PDIP Sragen: Ada 8 pasangan Cabub-Cawabub

Sragen (Espos)–Ketua DPC PDIP Sragen Bambang Samekto mengatakan ada delapan bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati yang akan maju dalam Pilkada mendatang.

Hal itu dikatakan Bambang saat memberi kata sambutan pada Rakercabsus PDIP Sragen, Minggu (28/11), di GOR Sragen.

“Sekalipun demikian, dari kedelapan pasang ini dipastikan hanya akan sepasang nama yang memperoleh rekomendasi dari DPP. Itu hak prerogatif partai untuk menentukan pasangan calon dan saya harap semuanya siap menerima keputusan DPP tersebut. Dengan demikian tidak sampai terjadi perpecahan di dalam partai,” ujar Bambang.
Sementara Bupati Untung Wiyono mengatakan Rakercabsus ini hrs dilewati sebagai bagian persiapan Pilkada, menentukan calon bupati cawabup.

“Karena itu kita semua harus menjaga kondusivitas, berazas musyawarah mufakat. Tunjukkan kita bisa santun dan sehingga kita bisa memilih pasangan calon yang bisa memenangkan Pilkada,”lanjut Untung.

Lebih lanjut dia mengatakan, PDIP tidak pernah kalah di Sragen. Sebetulnya pada 2006 PDIP mentargetkan 25 kursi dan karena peraturan berubah, maka Sragen hanya meraih 17 kursi.

“Kita hrs hati-hati dan tetap menjaga kekompakan partai, jangan hanya di mulut tapi juga harus di hati,” paparnua.

Sementara dalam sambutannya Jokowi selaku salah seorang pimpinan PDIP Jateng meminta semua kader berhati-hati, “Di Sragen ada yang “ngomporin” agar PDIP tidak kompak, tidak rukun,” katanya.

Source : http://www.solopos.com/2010/sragen/ketua-dpc-pdip-sragen-ada-8-pasangan-cabub-cawabub-76907

selengkapnya»

Sekjen PDIP bukaRakercabsus Sragen

Sragen–Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Tjahjo Kumolo membuka resmi Rakercabsus PDIP Sragen, di GOR Sragen, Minggu (28/11).

Hadir dalam acara pembukaan tersebut Wakil Ketua DPD PDIP Jateng Joko Widodo yang juga Walikota Solo, Bupati Sragen Untung Wiyono, Wakil Bupati Karanganyar Paryono, fungsionaris DPP asal Dapil Sragen, Mangara Siahaan, Ketua DPC PDIP Sragen Bambang Samekto dan sekitar 700 kader PDIP Sragen.

Dalam sambutannya, Tjahjo menegaskan sikap partainya, yang meliputi beberapa hal pokok, yaitu, pertama PDI Perjuangan berkomitmen tidak akan jadi bagian dari kekuasaan yang keputusan politik pembangunannya tidak berorientasi kepada rakyat.

Pemenang Pemilu, kata dia biarlah berkuasa dan PDIP menempatkan posisi politiknya sebagai kekuatan pengontrol dan penyeimbang dalam fungsi2 konstitusionalnya.

PDI Perjuangan berhak mengajukan alternatif solusi kepada setiap kebijakan pemerintah yang salah/menyimpang dari konstitusi & jauh dari janji kampanye dan tidak sesuai dengan harapan rakyat sebagai kebijakan alternatif.

PDIP, lanjut Tjahjo tidak mau terjebak pada pilihan pragmatis semata, namun demikian posisi politik strategis PDIP tetap pro konstitusi.

Sikap selanjutnya, kata Tjahjo, PDIP akan tetap konsisten memperjuangkan harkat martabat bangsa Indonesia, terutama dalam setiap pengambilan keputusan politiknya, sebagaimana yang dicita-citakan Bung Karno, ketimbang sekadar bagi-bagi politik kekuasaan.

“Dengan kata lain dialektika dengan rakyat adalah tugas sejarah yang harus dilakukan oleh kader di semua tingkatan,” tambahnya.

Komitmen ketiga, kata Tjahjo, untuk mewujudkan soliditas pemerintahan dengan mencermati gelagat perkembangan setiap dinamika dan keputusan politik pembangunan selama setahun terakhir.

Pada kesempatan tersebut, Tjahjo juga mengemukakan bahwa partainya sudah menganalisa hasil evaluasi dari tim UP4KR yg diketuai Prof Dr Kuntoro Mangkusubroto. Dia juga menegaskan bahwa PDIP mempunyai catatan-catatan tentang kinerja sejumlah kementerian dan juga para menteri-menterinya.

Dalam kaitan tersebut PDIP berpendapat bahwa demi memenuhi harapan rakyat, maka diharapkan presiden segera melakukan reshuffle kabinet. Saat ini banyak kebijakan pemerintah yang tidak sesuai dengan janji kampanye Pilpres dulu, yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Dengan demikian reshuffle kabinet diharapkan dapat meningkatkan kinerja kabinet, sehingga Presiden dapat memenuhi janji-janji kampanyenya.

“PDI Perjuangan tidak berkepentingan dengan perombakan kabinet, itu hak presiden. Namun sebagai partai politik yang didukung rakyat Indonesia maka keputusan politik pembangunan harus berorientasi kepada kepentingan rakyat.

Terkait dengan penyelenggaraan Rakercabsus PDIP Sragen, Tjahjo mengharapkan momentum ini bisa dijadikan ajang untuk menjaga soliditas partai dalam rangka menghadapi Pilkada yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat ini.

Source : http://www.solopos.com/2010/sragen/sekjen-pdip-bukarakercabsus-sragen-76892

selengkapnya»

BAP tersangka penyelundupan fosil dinyatakan P21

Sragen (Espos)–Berita acara pemeriksaan (BAP) atas tersangka kasus dugaan penyelundupan fosil, Wasimin, 58, warga Krikilan, Kalijambe dinyatakan lengkap (P21) oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen. Sementara BAP tersangka asal Amerika Serikat (AS) Dennis Bradley Davis masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut.

Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Sragen Acin Muhsin SH mewakili Kajari Sragen Gatot Gunarto SH saat dihubungi Espos, Minggu (21/11), dari dua BAP tersangka kasus dugaan penyelundupan fosil yang diserahkan ke Kejari, baru satu BAP yang dinyatakan lengkap (P21), yakni BAP atas nama tersangka Wasimin. Kendati BAP sudah ditetapkan lengkap, kata dia, penyidik Polres Sragen belum menyerahkan tersangka ke Kejari.“Untuk pelimpahan BAP tersagka Wasimin ini, saya kira dibarengkan dengan BAP tersangka warga AS yang saat ini masih dalam proses. Pelimpahan kedua tersangka dari Polres ke Kejari kemungkinan juga menunggu semua BAP lengkap (P21),” tegasnya.

Penelitian BAP tersangka Wasimin dilakukan Kejari selama 14 hari setelah pelimpahan dari Polres. Selama masa penelitian itu, kata dia, tim jaksa Kejari melakukan pemeriksaan tambahan terhadap dua orang sanksi ahli dari Balai Pengelola Situs Manusia Purba Sangiran (BPSMPS).

Sementara Kasubag Humas Polres Sragen AKP Mulyani mewakili Kapolres Sragen AKBP IB Putra Narendra mengungkapkan pelimpahan dua tersangka kasus dugaan penyelundupan fosil masih menunggu penetapan BAP dari Kejari. Selama semua BAP yang dilimpahkan Polres ke Kejari belum lengkap (P21), terangnya, maka dua tersangka belum dilimpahkan.

”Kalau BAP sudah dinyatakan P21 maka kewenangan ada di Kejari. Kami tinggal menunggu kapan pelimpahan ke Pengadilan Negeri (PN). BAP dan tersangka biasanya dilimpahkan ke PN secara bersamaan,” imbuhnya.

Sumber : http://www.solopos.com/2010/sragen/bap-tersangka-penyelundupan-fosil-dinyatakan-p21-75255

selengkapnya»

PD PII bedar buku pacaran

Sragen (Espos)–Pengurus Daerah Pekajar Islam Indonesia (PD PII) Sragen menggelar bedah buku berjudul Buanglah Pacar Pada Tempatnya di Aula SMKN 2 Sragen, Minggu (21/11). Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 170 pelajar islam dari enam sekolah menengah di Bumi Sukowati.

Anggota Panitia Pelaksana Anista Nur Haesanah saat dihubungi Espos, Minggu, mengungkapkan kegiatan rutin PD PII itu dibuka pembina PII Cabang Sragen Titik Purwandari. Menurut dia, kegiatan ini bertujuan untuk mengantisipasi perilaku pacaran di kalangan pelajar, terutama pelajar muslim. Kegiatan dimulai sekitar pukul 09.00 WIB sampai 12.00 WIB.“Kami memang sengaja mengambil judul buku itu untuk memberikan pemahaman kepada para pelajar muslim tentang bahaya pacaran. Kegiatan ini merupakan program kerja rutin PD PII dengan mengambil momentum liburan. Buku tersebut dibedah oleh aktivis Lingkar Pena Soloraya Aris Adinata,” tegasnya.


Sumber : http://www.solopos.com/2010/sragen/pd-pii-bedar-buku-pacaran-75258

selengkapnya»

Calon PDIP Mungkin dari Luar

SRAGEN—Kandidat bupati dan wakil bupati dari PDIP dimungkinkan bisa diambil dari figur lain di luar nama yang lolos verifikasi. Kendati demikian, DPC memastikan seluruh kandidat yang lolos verifikasi di DPC telah dikirim ke DPD PDIP dan kemungkinan besar semua nama tersebut juga bakal dikirim ke DPP PDIP.

Hal itu diungkapkan Ketua DPC PDIP Sragen, Bambang Samekto seusai memimpin rapat konsolidasi di DPC PDIP Sragen Jumat (19/11). Menurutnya, saat ini ketujuh kandidat yang lolos verifikasi sudah dikirim ke DPD. Hanya saja, pihaknya belum bisa memastikan kapan pengajuan nama dari DPD ke DPP.”Semua nama akan dikirim ke DPP tapi juga tidak menutup kemungkinan nanti DPP bisa menunjuk nama di luar tujuh nama itu. Tapi sekali lagi soal rekomendasi itu wewenang DPP,” papar Bambang Samekto.
Di sisi lain, Bambang mengungkapkan hasil konsolidasi terakhir Kamis (18/11) lalu, DPC sepakat mengagendakan Rapat Kerja Cabang Khusus (Rakercabsus) tanggal 28 November mendatang. Sesuai mekanisme, Rakercabsus nantinya akan dipimpin langsung oleh delegasi dari DPP. ”Hari ini (kemarin-red) surat permohonan untuk memimpin Rakercabsus sudah kami kirim ke DPP. Tinggal menunggu kesediaan DPP dan siapa delegasi yang ditunjuk memimpin Rakercabsus nanti..” ujar politisi yang akbar disapa Totok ini.

Ditambahkan, Rakercabsus tersebut nantinya hanya akan mengumumkan nama-nama kandidat yang telah lolos verifikasi DPC. elanjutnya, nama-nama tersebut baru dikirim ke DPP untuk bersaing mendapat rekomendasi. ”Nanti semua calon yang lolos verifikasi juga kami undang,”pungkasnya. (yok)

Sumber : http://www.harianjoglosemar.com/berita/calon-pdip-mungkin-dari-luar-29569.html

selengkapnya»

BLOG FRIENDS

Pengikut

Powered by  MyPagerank.Net
Add to Google Ping your blog, website, or RSS feed for Free
SRAGEN ONLINE | BLOG KREASI ANAK SRAGEN. Diberdayakan oleh Blogger.