Libur sekolah, pengunjung Sangiran membeludak


Sragen (Espos)–Datangnya masa libur sekolah, membuat pengunjung Museum Sangiran membeludak. Menurut catatan pengelola, jumlah pengunjung Sangiran melonjak sampai 150% dibanding jumlah pengunjung di hari biasa, yang hanya mencapai sekitar 150 orang pengunjung.

Lonjakan pengunjung terasa sejak awal pekan ini dan diproyeksi bakal terus meningkat dalam beberapa hari ke depan, mengingat libur sekolah masih berjalan hingga pekan depan. Staf Pengelola Objek Wisata Museum Sangiran, Ika Karolina, saat ditemui Espos, di Sangiran, Rabu (22/12), mengatakan lonjakan jumlah pengunjung mulai terasa sejak awal pekan ini.

Jumlah pengunjung dari hari ke hari, menurutnya, terus bertambah. “Baru sejak awal pekan ini ramainya. Sementara saya hitung sudah ada peningkatan separuh dibanding di hari biasa. Kami juga makin sibuk, untung ada tambahan dua pegawai yang mulai tugas di sini sejak Mei 2010, jadi total ada 11 pegawai,” terang Ika.

Pengunjung museum, lanjut dia, didominasi kalangan pelajar, baik siswa SD maupun SMP. Para pengunjung tersebut biasanya datang dalam rombongan. Mereka sengaja memanfaatkan waktu libur untuk mendapatkan tambahan ilmu pengetahuan mengenai sejarah manusia purba dan binatang purba di masa jutaan tahun silam. Pengunjung, sebutnya, berasal dari berbagai wilayah di seputar Soloraya.

Sementara itu, salah satu pengunjung Museum Sangiran berasal dari SMP Negeri (N) 1 Wedi, Klaten. Guru pendamping siswa, Darmaji menungkapkan pihak sekolah mengajak 74 siswa kelas VII, VIII dan IX untuk mengunjungi Sangiran dalam rangka memanfaatkan hari libur sekolah. Selepas kembali dari kunjungan, siswa diminta membuat tugas karya ilmiah untuk dipresentasikan saat masuk sekolah dua pekan mendatang.

“Kami dari SMP N 1 Wedi, ada 74 siswa. Mereka kami tugasi membuat karya ilmiah remaja, untuk nanti dipresentasikan. Kunjungan ke museum juga tugas tersebut untuk mengisi liburan, agar selama libur sekolah ini anak-anak tidak vakum,” jelas Darmaji, mendampingi ketua rombongan, Wagiyanti.

selengkapnya»

BAP tersangka penyelundupan fosil dinyatakan P21

Sragen (Espos)–Berita acara pemeriksaan (BAP) atas tersangka kasus dugaan penyelundupan fosil, Wasimin, 58, warga Krikilan, Kalijambe dinyatakan lengkap (P21) oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen. Sementara BAP tersangka asal Amerika Serikat (AS) Dennis Bradley Davis masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut.

Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Sragen Acin Muhsin SH mewakili Kajari Sragen Gatot Gunarto SH saat dihubungi Espos, Minggu (21/11), dari dua BAP tersangka kasus dugaan penyelundupan fosil yang diserahkan ke Kejari, baru satu BAP yang dinyatakan lengkap (P21), yakni BAP atas nama tersangka Wasimin. Kendati BAP sudah ditetapkan lengkap, kata dia, penyidik Polres Sragen belum menyerahkan tersangka ke Kejari.“Untuk pelimpahan BAP tersagka Wasimin ini, saya kira dibarengkan dengan BAP tersangka warga AS yang saat ini masih dalam proses. Pelimpahan kedua tersangka dari Polres ke Kejari kemungkinan juga menunggu semua BAP lengkap (P21),” tegasnya.

Penelitian BAP tersangka Wasimin dilakukan Kejari selama 14 hari setelah pelimpahan dari Polres. Selama masa penelitian itu, kata dia, tim jaksa Kejari melakukan pemeriksaan tambahan terhadap dua orang sanksi ahli dari Balai Pengelola Situs Manusia Purba Sangiran (BPSMPS).

Sementara Kasubag Humas Polres Sragen AKP Mulyani mewakili Kapolres Sragen AKBP IB Putra Narendra mengungkapkan pelimpahan dua tersangka kasus dugaan penyelundupan fosil masih menunggu penetapan BAP dari Kejari. Selama semua BAP yang dilimpahkan Polres ke Kejari belum lengkap (P21), terangnya, maka dua tersangka belum dilimpahkan.

”Kalau BAP sudah dinyatakan P21 maka kewenangan ada di Kejari. Kami tinggal menunggu kapan pelimpahan ke Pengadilan Negeri (PN). BAP dan tersangka biasanya dilimpahkan ke PN secara bersamaan,” imbuhnya.

Sumber : http://www.solopos.com/2010/sragen/bap-tersangka-penyelundupan-fosil-dinyatakan-p21-75255

selengkapnya»

Pariwisata SANGIRAN


Sragen merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Timur. Dengan demikian, Kabupaten Sragen adalah pintu gerbang memasuki Jawa Tengah dari arah timur. Kabupaten Sragen juga sering disebut sebagai “Tlatah Sukowati” yang mempunyai wilayah seluas 941,55 KM 2 , dengan topografi sebagai berikut: di tengah-tengah wilayah mengalir Sungai Bengawan Solo yang merupakan sungai terpanjang di Pulau Jawa; daerah sebelah selatan merupakan bagian dari lereng Gunung Lawu; sebelah utara merupakan bagian dari Pegunungan Kendeng; dan sebelah barat merupakan kawasan yang sangat terkenal dengan sebutan “Kubah Sangiran”.Terletak di desa Krikilan,Kec. Kalijambe ( + 40 km dari Sragen atau + 17 km dari Solo) Sangiran Dome menyimpan puluhan ribu fosil dari jaan pleistocen ( + 2 juta tahun lalu). Fosil-fosil purba ini merupakan 65 % fosil hominid purba di Indonesia dan 50 % di seluruh dunia. Hingga saat ini telah ditemukan lebih dari 13.685 fosil 2.931 fosil ada di Museum, sisanya disimpan di gudang penyimpanan.
Sebagai World Heritage List (Warisan Budaya Dunia). Museum ini memiliki fasilitas-fasilitas diantaranya :ruang pameran (fosil manusia, binatang purba), laboratorium, gudang fosil, ruang slide dan kios-kios souvenir khas Sangiran.



Keistimewaan Sangiran, berdasarkan penelitian para ahli Geologi dulu pada masa purba merupakan hamparan lautan. Akibat proses geologi dan akibat bencana alam letusan Gunung Lawu, Gunung Merapi, dan Gunung Merbabu, Sangiran menjadi Daratan. Hal tersebut dibuktikan dengan lapisan-lapisan tanah pembentuk wilayah Sangiran yang sangat berbeda dengan lapisan tanah di tempat lain. Tiap-tiap lapisan tanah tersebut ditemukan fosil-fosil menurut jenis dan jamannya. Misalnya, Fosil Binatang Laut banyak diketemukan di Lapisan tanah paling bawah, yang dulu merupakan lautan.



“ Dome Sangiran” atau Kawasan Sangiran yang memiliki luas wilayah sepanjang bentangan dari utara –selatan sepanjang 9 km. Barat –Timur sepanjang 7 km. Masuk dalam empat kecamatan atau sekitar 59,3 Km2. Temuan Fosil di “Dome Sangiran” di kumpulkan dan disimpan di Museum Sangiran. Temuan Fosil di Sangiran untuk jenis Hominid Purba (diduga sebagai asal evolusi Manusia) ada 50 (Limapuluh) Jenis/Individu. Untuk Fosil-fosil yang diketemukan di Kawasan Sangiran merupakan 50 % dari temuan fosil di Dunia dan merupakan 65 % dari temuan di Indonesia. Oleh Karenanya Dalam sidangnya yang ke 20 Komisi Warisan Budaya Dunia di Kota Marida, Mexico tanggal 5 Desember 1996, Sangiran Ditetapkan sebagai salahsatu Warisan Budaya Dunia “World Haritage List” Nomor : 593.

Koleksi Musium Sangiran
1.

Fosil manusia, antara lain Australopithecus africanus , Pithecanthropus mojokertensis (Pithecantropus robustus ), Meganthropus palaeojavanicus , Pithecanthropus erectus , Homo soloensis , Homo neanderthal Eropa, Homo neanderthal Asia, dan Homo sapiens .

2.



Fosil binatang bertulang belakang, antara lain Elephas namadicus (gajah), Stegodon trigonocephalus (gajah), Mastodon sp (gajah), Bubalus palaeokarabau (kerbau), Felis palaeojavanica (harimau), Sus sp (babi), Rhinocerus sondaicus (badak), Bovidae (sapi, banteng), dan Cervus sp (rusa dan domba).


3.




Fosil binatang air, antara lain Crocodillus sp (buaya), ikan dan kepiting, gigi ikan hiu, Hippopotamus sp (kuda nil), Mollusca (kelas Pelecypoda dan Gastropoda ), Chelonia sp (kura-kura), dan foraminifera .



4.




Batu-batuan , antara lain Meteorit/Taktit, Kalesdon, Diatome, Agate, Ametis

5.


Alat-alat batu, antara lain serpih dan bilah, serut dan gurdi, kapak persegi, bola batu dan kapak perimbas-penetak.

Menara Pandang



Untuk meningkatkan pelayanan kepada para wisatawan, di Kawasan Sangiran telah dibangun Menara Pandang dan Wisma Sangiran. Para wisatawan bisa menikmati keindahan dan keasrian panorama di sekitar Kawasan Sangiran dari ketinggian lewat Menara Pandang Sangiran. Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan para wisatawan akan tempat penginapan yang nyaman di Kawasan Sangiran telah dibangun Wisma Sangiran ( Guest House Sangiran) yang terletak di sebelah Menara Pandang Sangiran. Wisma Sangiran ini berbentuk joglo (rumah adat Jawa Tengah) dengan ornamen-ornamen khas Jawa yang dilengkapi dengan pendopo sebagai lobby . Keberadaan Wisma Sangiran ini sangat menunjang kegiatan yang dilakukan oleh para tamu atau wisatawan khususnya bagi mereka yang melakukan penelitian ( research ) tentang keberadaan fosil di Kawasan Sangiran. Wisma Sangiran memiliki fasilitas-fasilitas yang memadai, antara lain : Deluxe Room , sebanyak dua kamar dilengkapi dengan double bed , bath tub dan shower , washtafe l, meja rias dan rak ; Standard Room , sebanyak tiga kamar dilengkapi dengan double bed , bak mandi, washtafel , dan meja rias; Ruang Keluarga yang dilengkapi dengan meja dan kursi makan serta kitchen set ; Pendopo ( Lobby ) yang dilengkapi dengan meja dan kursi ; serta tempat parkir. Selain fasilitas-fasilitas tersebut, juga disediakan mobil (mini train ) untuk memudahkan mobilitas para wisatawan yang berkunjung ke Kawasan Sangiran.

RUTE MENUJU SANGIRAN

Dengan Pesawat

Dari Bandara Adi Sumarmo (Solo), ambil jalan darat menuju ke Museum Sangiran.

Jalan Darat

• Dari Solo > Kalijambe > Sangiran ( ± 20 km ke arah utara)

• Dari Semarang > Purwodadi > Kalijambe > Sangiran

• Dari Surabaya > Sragen > Kalijambe > Sangiran

• Dari Yogyakarta > Solo > Kalijambe > Sangiran

Situs Sangiran merupakan tempat yang tempat untuk melakukan perjalanan kembali ke masa pra sejarah. Banyak hal yang bisa dipelajari di situs ini, antara lain tentang kehidupan di masa lalu dan tentang misteri evolusi makhluk hidup yang sangat menarik untuk diungkap. Semoga penjelasan ini bisa memberikan gambaran bagi para pembaca bahwa ada dunia menakjubkan di balik Situs Sangiran. Pengetahuan ini perlu disebarluaskan kepada para generasi penerus supaya mereka ikut melestarikan warisan dunia yang menakjubkan ini. Informasi tersebut akan terasa lebih lengkap lagi apabila disertai dengan kunjungan langsung ke Museum Sangiran dan kunjungi website Situs Sangiran di www.sangiran.info atau www.sragenkab.go.id

selengkapnya»

BLOG FRIENDS

Pengikut

Powered by  MyPagerank.Net
Add to Google Ping your blog, website, or RSS feed for Free
SRAGEN ONLINE | BLOG KREASI ANAK SRAGEN. Diberdayakan oleh Blogger.