
Sambil menangis ketika ditanya majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kenapa ia keluar dari tahanan, terdakwa kasus mafia pajak Gayus Halomoan Tambunan akhirnya mengaku bahwa orang yang tepergok di Bali itu adalah dirinya.
Pengakuan itu disampaikan Gayus di akhir masa persidangan sebelum Ketua Majelis Hakim Albertina Ho mengetuk palu mengakhiri persidangan, Senin (15/11/2010) siang ini.
"Saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada ibu majelis, ketua, dan anggota karena keluar dari tahanan. Saya tidak berbuat macam-macam. Saya kangen sama keluarga," kata Gayus, yang dalam sepekan terakhir bikin heboh di media massa.
Dia juga mengaku stres menghadapi persidangan selama ini sehingga dia merasa butuh penyegaran. "Saya cuma mau refreshing. Saya stres," katanya.
Sambil berurai air mata, Gayus menyampaikan bahwa selama ini dia terlihat santai dan kerap tertawa hanya untuk menutupi perasaannya. Dia tidak ingin orang tahu bahwa dia sebenarnya sangat menyesal.
"Kalau di luar saya terlihat tertawa-tawa, itu bukan saya tidak menyesal. Di dalam, saya menyesal. Saya membungkusnya dengan tertawa hingga tidak ingin orang tahu," lanjut Gayus.
Meskipun begitu, dia juga mengaku senang bahwa persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan selama ini berjalan dengan baik. "Mudah-mudahan seperti ini terus. Saya berharap putusan majelis hakim tidak dipengaruhi oleh hal-hal di luar persidangan," imbuhnya.
Sumber : http://blog.indojunkers.com/2010/11/gayus-akhirnya-mengaku-ke-bali/
selengkapnya»

JAKARTA - Saat keluyuran ke Bali 5 November lalu, Gayus Halomoan Tambunan disinyalir tidak hanya menonton tenis, juga bertemu dengan sejumlah pengusaha. Namun Mabes Polri membantahnya.
Mabes Polri sendiri sudah melakukan pembuktian mengenai mengenai dugaan pertemuan mantan pegawai Ditjen Pajak itu dengan sejumlah pengusaha.
"Sudah kami lakukan sejak dia diperiksa. Bagaimana prosesnya, bertemu dengan siapa saja. Kalau tidak bertemu, masak harus dibilang bertemu," kata Kabareskrim Mabes Polri Irjen Pol Ito Sumardi di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (16/11/2010).Ito menganggap dugaan itu sekadar isu, dan meminta masyarakat jangan terprovokasi dengan isu itu. "Saya kira namanya isu yang berkembang itu harus dibuktikan. Jangan hanya informasi ataupun isu," tukasnya.
"Sekarang di sana kalau bertemu dengan keluarga, atau berjalan-jalan dengan keluarga. Masak harus dipaksakan bertemu dengan siapa," tukasnya lagi.
Ito membantah jika Gayus terbang ke Bali melalui Lapangan Udara Pondok Cabe. Mengenai pesawat pribadi atau komersil yang ditumpangi Gayus berpelesiran ke Bali, dia tak mau mengungkapkan. "Pokoknya ada lah," jawabnya.
Sumber : okezone.con
selengkapnya»

Tersangka kasus mafia pajak Gayus Halomoan Tambunan kembali ditetapkan tersangka oleh penyidik Polri untuk kasus lain. Kali ini, mantan karyawan Direktorat Jenderal Pajak itu resmi dijerat dugaan penyuapan sembilan Polisi Rumah Tahanan Brimob Kelapa Dua, Depok, untuk dapat keluar dari rutan.
"Sudah," kata Kepala Bareskrim Polri Komjen Ito Sumardi di Mabes Polri, Senin (15/11/2010). Kapan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) tersangka Gayus dikirimkan ke Kejaksaan? "Hari ini," tambah Ito.Seperti diberitakan, Polri telah menetapkan sembilan polisi yang diduga menerima suap Gayus. Sembilan polisi itu yakni Kepala Rutan Kompol Iwan Siswanto, dan delapan orang anak buahnya. Menurut Polri, Iwan setidaknya menerima total Rp 50 juta-Rp 60 juta dan anggota lain antara Rp 5 juta-Rp 6 juta. Gayus yang ditahan sejak 1 April 2010 rutin keluar setiap minggu sejak Juli 2010.
Saat ini, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Gayus sedang diadili empat dakwaan yakni korupsi pajak PT Surya Alam Tunggal, penyuapan terhadap polisi, penyuapan terhadap hakim di Pengadilan Negeri Tanggerang, serta pemberian keterangan palsu terkait kepemilikan uang Rp 28 miliar yang diblokir penyidik.
Tak hanya sederet kasus itu. Jika Polri mampu mengungkap siapa pemasok uang seratusan miliar rupiah yang diduga hasil tindak pidana, Gayus akan kembali dijerat dugaan menerima suap saat menangani kasus pajak di Ditjen Pajak.
Sumber : Kompas
selengkapnya»

Meskipun keberadaannya sudah tercium pers, laki-laki mirip Gayus HP Tambunan ternyata masih asyik menonton pertandingan partai semifinal tenis Commonwealth Bank Tournament of Champions yang berlangsung di Hotel Westin, Bali, pada hari Sabtu (6/11/2010).
Pertandingan semifinal yang ditonton orang mirip Gayus, mempertemukan pemain Serbia Ana Ivanovic dengan pemain Jepang Kimiko Date Krumm. Keberadaan pria mirip Gayus tertangkap dalam kamera video yang diambil wartawan Kompas Gatot Widakdo. Pertandingan itu dimulai pada pukul 14.11 Wita dan berakhir pada pukul 16.34.
Dalam rekaman itu, orang mirip Gayus mengenakan baju kaus hitam bercorak, duduk di baris kelima sebelah kanan pintu 10. Sebelumnya, pria mirip Gayus juga tertangkap kamera video pada hari pertama turnamen tenis ini, yakni Kamis (4/11/2010). Sementara fotografer Kompas Agus Susanto juga sempat memotretnya pada hari Jumat (5/11/2010).
Sumber : Kompas
selengkapnya»